Selasa, 14 Desember 2010

TERBUAT DARI APAKAH BUMI KITA ?

(Arkadi Leokum)

Jawaban yang asal-asalan untuk pertanyaan ini adalah : Bumi adalah segbuah bola atau bulatan yang besar, yang sebagian besar tersusun dari batuan. Di dalam bumi batuan itu dicairkan, tetapi di lapisan luarnya  terdapat batuan keras. Kurang dari satu sepertiga dari permukaan bumi merupakan daratan dan lebih dari dua pertiga  merupakan perairan.

Sekaran mari kita mempertimbangkan hal ini sedikit lebih rinci, Bagian luar bumi adalah kulit batuan yang tebalnya kira-kira 10 sampai 30 mil. Kulit ini kadang-kadang disebut "Litosfir". Bagian-bagian yang tinggi dari kulit ini adalah benua-benua, dan bagian-bagian yang rendah menampung air samudera-samudera dan laut-laut dan danau-danau dalam yang besar. Semua air yang ada di atas permukaan, termasuk yang ada di samudera-samudera, danau-danau, sungai-sungai dan semua aliran yang lebih kecil, disebut "hidrosfir"

Manusia hanya mampu mengamati bagian yang paling jauh dari kulit batuan yang membentuk bagian luar bumi, dan itulah sebabnya mengapa begitu sulit untuk mengetahui bagaimana rupa bumi pada bagian dalamnya. Dalam sumur-sumur pemboran dan tambang-tambang penggalian, telah ditemukan bahwa semakin dalam sebuah lubang, semakin tinggi suhunya. Pada jarak dua mil di bawwah permukaan bumi, suhunya cukup tinggi untuk mendidihkan air.

Tetapi para ilmuwan  juga telah menemukan tentang bagian dalam bumi dari studi-studi tentang gempa bumi. Mereka  berpendapat bahwa suhu tidak meningkat demikian cepat di bagian dalam seperti di kulit bumi. Jadi mereka berpendapat bahwa pada inti atau pusat bumi suhu tidak akan lebih dari 10.000 derajat t Fahreinheit. Tentu saja, suhu itu sangat panas -- karena suhu 2.200 derajat dapat mencairkan batu-batuan!
Kulit bumi mempunyai dua lapisan. Lapisan bagian atas, yang membentuk benua-benua, mengandung granit. Di bawah lapisan granit terdapat lapisan tebal batuan yang sangat keras yang disebut "basal". Para ilmuwan berpendapat bahwa pada pusar bumi terdapat sebuah bola baja cair yang sangat besar, dengan diameter kira-kira 4.000 mil. Antara bagian tengah bola dari lapisan batuan terdapat sebuah kerangka yang besar tebalnya kira-kira 2.000 mil yang disebut "mantel" Kemungkinan besar  matel itu terbuat dari sejenis batuan yang disegbut "olivine"

Senin, 13 Desember 2010

APA YANG MEMBUAT MATAHARI TETAP BERCAHAYA ?

(Arkadi Leokum)
Mungkin sulit bagi kita untuk mempercayainya, tetapi ketika kita memandang bintang-bintang yang bersinar pada malam hari dan matahari yang bersinar pada siang hari, berarti kita sedang memandang benda-benda yang sejenis

Matahari sebenarnya adalah sebuah bintang. Sebenarnya adalah sebuah bintang. Sebenarnya, matahari adalah bintang yang paling dekat ke bumi. Kehidupan kita ini bergantung pada matahari. Tanpa panas matahari, kehidupan tidak akan ada di bumi ini. Tanpa cahaya matahari, tidak akan ada tumbuhan-tumbuhan hijau, hewan-hewan dan manusia

Jarak matahari adalah 93.000.000 mil dari bumi. Volume matahari kira-kira 1.300.000 kali volume bumi! Namun hal yang menarik tentang matahari adalah bahwa matahari bukanlah benda padat seperti bumi.

Kita mengatahuinya dengan cara ini; Suhui di atas permukaan mata hari kira-kira 11.000 derajat Fahrenheit. Suhu ini cukup panas untuk mengubah logam atau batuan menjadi gas, jadi matahari pastilah merupakan sebuah bola gas !

Bertahun-tahun yang lalu, para ilmuwan berpendapat bahwa alasan mengapa matahari bersinar, atau menghasilkan cahaya dan panas, adalah karena matahari mengadakan pembakaran. Tetapi matahari memang sudah padas selama ratusan juta tahun, dan tidak ada sesuatu pun yang dapat tetap menyala selama ini.
Dewasa ini para ilmuwan berpendapat bahwa panas matahari adalah akibat dari suatu proses yang sama dengan proses yang terjadi di dalam sebuah bom atom. Matahari mengubah zat menjadi energi.
Ini berbeda dengan pembakaran. Pembakaran mengubah zat dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Tetapi ketika zat diubah menjadi energi, sangat sedikit zat yang diperlukan untuk menghasilkan jumlah energi yang luar biasa banyaknya. Satu ons zat dapat menghasilkan cukup banyak energi untuk mencairkan lebih dari satu juta ton batuan !

Jadi jika ilmu pengetahuan itu benar, matahari tetap bersinar karena matahari terus-menerus mengubah zat menjadi energi. Dan hanya satu persen dari massa matahari yang diperlukan untuk menghasilkan cukup banyak energi agar matahari tetap panas selama 150 miliar tahun !

MENGAPA TATASURYA DEMIKIAN ADANYA ?

(Arkady Leokum)

Sepanjang pengetahuan kita, tidak ada alasan mengapa tatasurya diatur seperti itu. Mungkin  tatasurya dapat diatur dengan cara lai, sama seperti tatasurya-tatasurya lain dalam alam semesta ini yang diatur dengan cara lain. Ini ada hubungannya dengan asal-mulanya. Tetapi manusia telah menemukan beberapa hukum alam yang tampaknya mempertahankan tatasurya kita dalam polanya yang sekarang

Bumi, seperti planet-planet lain mengikuti jalurnya, atau lintasannya, mengelilingi matahari. Waktu yang diperlukan oleh bumi untuk mengelilingi matahari disebut satu tahun. Planet-planet lain memiliki lintasan-lintasan yang lebih besar atau lebih kecil dari pada lintasan bumi

Bagaimana tatasurya ini terjadi dan bagaimana planet-planet mempunyai ukuran, lokasi dan lintasannya sendiri-sendiri, para ahli astronomi tidak dapat menjelaskan sepenuhnya. Tetapi mereka mempunyai dua macam teori yang utama. Teori yang pertama mengatakan bahwa pembentukan planet-planet merupakan bagian dari perubahan matahari secara bertahap dari gumpalan gas panas yang berputar-putar menjadi ukuran dan kecemerlangannya yang sekaran ini. Planet-planet terbentuk sebagai gumpalan-gumpalan kecil yang berputar-putar di dalam gas raksasa dan awan debu pada waktu gas raksasa dan awan debu itu berputar.

Kelompok teori lain didasarkan pada gagawsan bahwa pada suatu waktu hampir terjadi tabrakan antara matahari dan bintng lain yang lewat di dekatnya. Potongan-potongan besar matahari tertarik dan mulai mengelilingi matahari pada jarak yang berbeda-beda. Potongan-potongan ini sekarang disebut planet-planet.

Tidak menjadi soal teori mana yang benar, tatasurya menjadi seperti sekarang ini kurang lebiyh secara kebetulan. Mengapa tatasurya tetap demikian? Hukum Kepler tentang Gerakan Planet mengatakan bahwa semua planet bergerak mengelilingi matahari dalam bidak eklips (oval); bahwa sebuah planet bergerak lebih cepat di dalam lintasannya pada waktu planet itu mendekati matahari; dan bahwa ada hubungan antara jaraknya dari matahari dan waktu yang diperlukan untuk melakukan suatu lintasan. Hukum Gravitasi Newton, di mana ketiga hukum Kepler merupakan bagian yang sangat penting, menjelaskan bagaimana dua benda saling tarik menarik satu sama lain. Jadi tatasurya tetap sebagaimana adanya karena beberapa hukum alam mempertahankan hubungan antara matahari dan plate-planet.